Wajah Baru Teater Hampa Indonesia

Segera Hadir Pementasan Monolog “Jenderal Markus” oleh Cucuk espe

Jenderal Markus

Pengumuman-pengumuman dibaca sendiri ya haha

Tulisan Berikutnya

This slideshow requires JavaScript.

Kamis, 05 Mei 2011 14:29
MALANG – Pementasan  Teater Amole Papua menghipnotis ratusan pengunjung yang menjubeli Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang akhir pekan lalu. Siswa-siswi SMP YPJ (Yayasan Jaya Wijaya Papua) yang didirikan Mohammad Arif ini mementaskan drama berjudul “Manei”. Adat istiadat yang masih berlaku di Papua, yaitu sebuah kekuasaan yang mutlak di pegang oleh kepala suku.
‘’Cerita yang disajikan malam itu sangat apik sehingga membuat penonton hanyut. Penonton kagum atas budaya yang ada di sana dan diapresiasi dengan sangat baik oleh Teater Amole,’’ ungkap Aprilinda Fitriandini Ketua pelaksana Dies Natalis ke 22 Teater Hampa kepada Malang Post usai acara.
Dijelaskan Aprilinda, penampilan Teater Amole merupakan kegiatan menyemarakkan acara ‘Pesta Karya Bersama’ UKM Teater Hampa Universitas Negeri Malang yang merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-22. Tujuannya menyambung tali silaturrahmi antar komunitas teater yang ada di Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini bisa berjalan sukses hasil kerjasama dengan Malang Post.
Acara ini berlangsung selama enam hari. Dimulai dari Silaturrahmi Alumni dengan para anggota baru Teater Hampa Indonesia 24 April, yang diisi acara dari Komunitas Teater 24 Kediri sampai pada tanggal 29 April  lalu. Agendanya ada beberapa pementasan dari UKM seni yang ada di Universitas Negeri Malang.
Ada sekitar tujuh peserta pementasan yaitu Teater Uber jurusan Bahasa Jerman dengan judul “Guten Morgan”, Teater Nafas dari Fakultas Teknik dengan judul pementasan “Ngok”. Hari kedua diisi Teater Maestro jurusan Sastra Inggris dengan judul “Fall In Love With Madona” dan Teater Pelangi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dengan judul “Gara-Gara Jeng Menul”.
Dies Natalis ke 22 Teater Hampa ini ditutup dengan pementasan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni yang ada di UM. Di antaranya UKM Sanggar Minat, Blero, Opus, dan tarian payung dari STK AK. Sehari sebelumnya, 28 April digelar pementasan Teater Hitam-Putih Fakultas Ekonomi yang mementaskan “Demit” dan pementasan “Badai Sepanjang Malam” oleh Teater Al-Karomi Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra.
‘’Kegiatan ini diagendakan menjadi kegiatan rutin dua tahunan untuk menyambung tali silaturrahmi sekaligus wadah kreatifitas mahasiswa untuk mengeksplor diri. Semoga  ke depan, bisa menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak, khususnya para pelajar, mahasiswa, serta guru-guru yang ada di Kota Malang ini sebagai bahan pembelajaran,’’ harapnya.(*/lim)

Pesta Karya bersama dalam acara Dies Natalis Teater Hampa indonesia ke-22


“Pesta Karya Bersama” merupakan tema yang sedang diusung oleh UKM Teater Hampa yang sedang merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-22. Suatu event yang baru yang di gelar di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang dengan tujuan menyambung tali silaturrahmi antar komunitas teater yang ada di Universitas Negeri Malang. Acara ini berlangsung selama enam hari dimulai dari acara Silaturrahmi Alumni dengan para anggota baru Teater Hampa Indonesia pada tanggal 24 April 2011, dengan pengisi acara dari Komunitas Teater 24 Kediri sampai pada tanggal 29 April 2011 yang diagendakan ada beberapa pementasan dari UKM seni yang ada di Universitas Negeri Malang.

Ada sekitar tujuh peserta pementasan, yang setiap malamnya ada dua pementasan dari komunitas-komunitas teater yang sudah disepakati jadwalnya. Di mana pada hari pertama pementasan diisi oleh Teater Uber dari jurusan Bahasa Jerman dengan judul “Guten Morgan”, kemudian pementasan kedua dari Teater Nafas dari Fakultas tehnik dengan judul pementasan “Ngok”. Untuk hari kedua diisi oleh Teater Maestro dari jurusan Sastra Inggris dengan judul pementasan “Fall In Love With Madona” dan diikuti di pementasan selanjutnya dari Teater Pelangi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dengan judul pementasan “Gara-Gara Jeng Menul”.

Antusias masyarakat Malang . Banyaknya penonton dalam acara ini menjadikan bukti bahwa lambat laut pertunjukan teater sudah semakin bisa dinikmati semua kalangan. Dengan berbagai model pertunjukan yang disajikan oleh beberapa komunitas yang mengisi acara parade teater se- UM ini dapat menarik dan meraup penonton yang setiap harinya memenuhi gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang.

Semarak dan kemeriahan ini juga tidak berahir begitu saja. Acara ini semakin manggaet penonton yang berduyun-duyun datang ke gedung Sasana Budaya dengan menampilkan bintang tamu yang sangat diminati dan membuat penasaran. Yaitu, pementasan dari Teater Amole yang jauh-jauh datang dari Indonesia Timur tepatnya dari Papua. Sebuah moment yang sangat disayangkan apabila penonton melewatkannya begitu saja.

27 April 2011 pukul 19.30 dengan cepat Gedung Sasana Budaya dipenuhi dangan penonton yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan sebuah pementasan yang berbeda, yang selama ini belum pernah dipentaskan di  Malang maupun di daerah lain. Siswa-siswi SMP YPJ (Yayasan Jaya Wijaya Papua) didikan dari Bapak Mohammad Arif ini mementaskan sebuah drama yang berjudul “Manei”. Di sini diceritakan tentang sebuah adat istiadat yang masih berlaku di Papua, yaitu sebuah kekuasaan yang mutlak di pegang oleh kepala suku. Sebuah cerita yang penuh dengan dedikasi tinggi.

Persembahan dari Teater Amole ini mengandung pesan yang universal. Seorang pemimpin harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Entah itu kepada masyarakat yang dipimpinnya atau kepada anggota keluarganya sendiri.

Keterbatasan akses informasi adalah salah satu faktor yang menghambat teater-teater di Papua berkembang. Awalnya, teater belum mendapatkan perhatian . Papua lebih condong pada nyanyian dan tarian adat. Tetapi, dengan adanya teater Amole yang berhasil mempersembahkan sebuah karya dan dipentaskan di luar tanah leluhurnya dan karya itu sangat diterima,diharapkan perkembangan teater di Papua akan lebih baik.

Sebuah pementasan yang tidak mengecewakan bagi ratusan penonton yang telah mngantri dan menunggu lama. Pementasan ini membuka tabir baru dan memberikan animo yang positif bagi penonton khususnya dapat memberikan pengajaran kepada baik guru maupun siswa-siswi untuk terus berkarya dan mempelajari sebuah pementasan. Dengan tema yang sederhana apabila pengemasannya menarik maka akan diperoleh hasil yang menarik pula.

Acara Dies Natalis Teater Hampa ini akhirnya ditutup dengan pementasan dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni yang ada di Universitas Negeri Malang yang di antaranya adalah persemban dari UKM Sanggar Minat, Blero, Opus, dan tarian payung dari STK AK. Namun, sehari sebelumnya, tepat pada tanggal 28 April 2011 ada pementasan dari Teater Hitam-Putih dari Fakultas Ekonomi dengan mengangkat judul “Demit” dan dilanjutkan dengan pementasan yang berjudul “Badai Sepanjang Malam” yang dipentaskan oleh Teater Al-Karomi dari Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra.

Kegiatan ini diagendakan menjadi kegiatan rutin dua tahunan. Untuk menyambung tali silaturrahmi dan sebagai wadah kreatifitas mahasiswa untuk mengeksplor diri. Semoga pada kegiatan berikutnya bisa menjadi sebuah kegiatan yang dinantikan oleh semua fihak, khususnya para pelajar, mahasiswa, serta guru-guru yang ada di  Malang.

DIKLAT THI XVII “Layar Terkembang”

Setelah sekian lama sampan Teater Hampa Indonesia terombang-ambingkan oleh deru ombak yang sangat deras tak menentu hingga membuat sampan tersebut tak tentu arah. Kini saatnya Teater Hampa Indonesia untuk mengembangkan lagi layarnya untuk mengarungi samudera yang lebiluas, melawan ombak dan badai. “Layar Terkembang” ayo kita mengarungi samudera, inilah tema untuk Diklat THI XVII ’09 kali ini.

DIKLAT XVII

Teater Hampa Indonesia mengadakan DIKLAT XVII, Diklat tersebut dilaksanakan dalam 2 sesi, yakni Diklat Ruang dan Diklat Alam.Diklat tersebut dilaksanakan pada Diklat Ruang; 30,31 Okt – 1 Nov ’09 dan Diklat Alam; 7-8 Nov ’09.

Diklat tersebut dibuka untuk umum, tidak hanya mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) saja, akan tetapi peserta dari luar UM juga diperbolehkan untuk ikut.  Jadi bagi siapa saja yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri, yakni dengan cara datang langsung ke Sanggar Teater Hampa Indonesia yang beralamatkan di Jl. Surabaya No. 6 Malang (Gedung i-7 lt. 1 UM). Calon peserta bisa meminta Formulir pendaftaran dan mangisinya serta membayar sejumlah biaya Diklat. Pendaftaran bisa mulai dilakukan mulai sekarang.

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi nomor di bawah ini:

Romdan; 085655560403 (Online 24 Jam)

Diesna Teater Hampa Indonesia Ke-20

Diesna ke 20 THI dikonsep dengan acara yang sederhana. yakni dengan mengadakan pentas mandiri dari THI sendiri. adapun naskah yang dipakai adalah SIDANG SUSILA karya Agus Noor dan Ayu Utami dengan sutradara Wulan Aulia.

acara ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2009 di gedung Fakultas Sastra J9 pada jam 19.00 WIB.

bagi para alumni atau masyarakat umum yang berkehendak untuk ikut merayakan dan hadir dalam acara tersebut, silahkan saja. kami menunggu kedatangannya…

salam budaya…

LKMO Keteateran 2009

LKMO Keteateran 2009

Deskripsi:

LKMO Keteateran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM di bidang manajemen keorganisasian. Kita tahu bahwasanya ilmu manajemen begitu sangat penting dalam sebuah organisasi. Suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik jika manajemen yang dijalankan tidak bagus. Meskipun organisasi itu di bidang kesenian, yang mempunyai karya yang luar biasa, pasti tetap membutuhkan ilmu manajemen yang bagus. Oleh karena itu sangat layak sekali kegiatan LKMO ini dilaksanakan.

Nama dan Tema Kegiatan:

nama dari kegiatan ini adalah: Latihan Kepemimpinan & Manajemen Organisasi (LKMO)

tema dari kegiatan ini adalah “Mahasiswa berkegiatan, berkesenian dalam sebuah organisasi”

Pelaksanaan:

Tanggal 21 – 22 Maret 2009

Pendaftaran:

pendaftaran paling akhir pada tanggal 20 Maret 2009.


Tempat Pendaftaran:

Sekretariat UKM Teater Hampa Indonesia, kompleks UKM gedung i-7.

Kontribusi:

Rp. 15.000,- untuk umum.

Rp. 10.000,- untuk anggota Teater Hampa dan delegasi dari institusi lain.

Materi:

- Manajemen Organisasi

- Kepemimpinan

- Persidangan

- Problem Solving

- Manajemen produksi (EO)

- Teknik Lobying

Contact Person:

Romdan 085.6.555.6.0403

E-Mail: teater.hampa@yahoo.com

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA…!!!

DIKLAT XVI

Diklat XVI

Teater Hampa Indonesia

Pendaftaran : mulai 25 September – 26 Oktober 2008

Tempat : Sanggar Teater Hampa Indonesia (lokal Gedung -i Universitas Negeri Malang)

Pelaksanaan : 31 Oktober – 2 November 2008

CP:

085.6.555.6.0403 (rijal)

085.737.117.326 (adee)

Foto Pementasan “HAM, dimana kamu?”

Pementasan Teater Hampa Indonesia

Tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2008, Teater Hampa Indonesia melakukan pementasan dengan naskah yang berjudul “HAM, dimana kamu?”. penulis naskah tersebut adalah Abdul Mukhid yang juga disutradarai oleh beliau. Pementasan tersebut memang tidak dikonsumsi untuk umum, karena pementasan tersebut hanya untuk pengambilan gambar saja yang digunakan untuk mengikuti festifal teater. Akan tetapi, sekitar bulan November 2008, naskah tersebut akan dipentaskan lagi yang ditujukan untuk umum.

Pementasan tersebut tidak berangkat dari naskah, melainkan berangkat dari latihan dengan arahan terstruktur. Banyak sekali kendala yang dihadapi dalam pementasan tersebut, mulai dari aktor, tempat pementasan hingga sampai pada teknis-teknis dan masalah birokrasi lainnya. Akan tetapi, banyak sekali pihak-pihak yang mendukung serta membantu dalam pementasan tersebut. Karena Teater Hampa Indonesia adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di Universitas Negeri Malang, maka teman-teman dari UKM lah yang aktif membantu dalam pementasan tersebut, SAMIN, HIMAFO, UKMP dan juga teman-teman dari unit kegitan lainnya.

Penggarapan pementasan ini terdiri dari 5 aktor, 3 dari anggota Teater Hampa Indonesia dan yang lainnya dari Unit kegiatan lain.

Malang, 5 September 2008

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.