Diesna Teater Hampa Indonesia Ke-20

•April 4, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Diesna ke 20 THI dikonsep dengan acara yang sederhana. yakni dengan mengadakan pentas mandiri dari THI sendiri. adapun naskah yang dipakai adalah SIDANG SUSILA karya Agus Noor dan Ayu Utami dengan sutradara Wulan Aulia.

acara ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2009 di gedung Fakultas Sastra J9 pada jam 19.00 WIB.

bagi para alumni atau masyarakat umum yang berkehendak untuk ikut merayakan dan hadir dalam acara tersebut, silahkan saja. kami menunggu kedatangannya…

salam budaya…

LKMO Keteateran 2009

•Maret 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

LKMO Keteateran 2009

Deskripsi:

LKMO Keteateran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM di bidang manajemen keorganisasian. Kita tahu bahwasanya ilmu manajemen begitu sangat penting dalam sebuah organisasi. Suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik jika manajemen yang dijalankan tidak bagus. Meskipun organisasi itu di bidang kesenian, yang mempunyai karya yang luar biasa, pasti tetap membutuhkan ilmu manajemen yang bagus. Oleh karena itu sangat layak sekali kegiatan LKMO ini dilaksanakan.

Nama dan Tema Kegiatan:

nama dari kegiatan ini adalah: Latihan Kepemimpinan & Manajemen Organisasi (LKMO)

tema dari kegiatan ini adalah “Mahasiswa berkegiatan, berkesenian dalam sebuah organisasi”

Pelaksanaan:

Tanggal 21 – 22 Maret 2009

Pendaftaran:

pendaftaran paling akhir pada tanggal 20 Maret 2009.


Tempat Pendaftaran:

Sekretariat UKM Teater Hampa Indonesia, kompleks UKM gedung i-7.

Kontribusi:

Rp. 15.000,- untuk umum.

Rp. 10.000,- untuk anggota Teater Hampa dan delegasi dari institusi lain.

Materi:

- Manajemen Organisasi

- Kepemimpinan

- Persidangan

- Problem Solving

- Manajemen produksi (EO)

- Teknik Lobying

Contact Person:

Romdan 085.6.555.6.0403

E-Mail: teater.hampa@yahoo.com

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA…!!!

DIKLAT XVI

•Oktober 10, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Diklat XVI

Teater Hampa Indonesia

Pendaftaran : mulai 25 September – 26 Oktober 2008

Tempat : Sanggar Teater Hampa Indonesia (lokal Gedung -i Universitas Negeri Malang)

Pelaksanaan : 31 Oktober – 2 November 2008

CP:

085.6.555.6.0403 (rijal)

085.737.117.326 (adee)

Foto Pementasan “HAM, dimana kamu?”

•September 4, 2008 • 2 Komentar

Pementasan Teater Hampa Indonesia

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2008, Teater Hampa Indonesia melakukan pementasan dengan naskah yang berjudul “HAM, dimana kamu?”. penulis naskah tersebut adalah Abdul Mukhid yang juga disutradarai oleh beliau. Pementasan tersebut memang tidak dikonsumsi untuk umum, karena pementasan tersebut hanya untuk pengambilan gambar saja yang digunakan untuk mengikuti festifal teater. Akan tetapi, sekitar bulan November 2008, naskah tersebut akan dipentaskan lagi yang ditujukan untuk umum.

Pementasan tersebut tidak berangkat dari naskah, melainkan berangkat dari latihan dengan arahan terstruktur. Banyak sekali kendala yang dihadapi dalam pementasan tersebut, mulai dari aktor, tempat pementasan hingga sampai pada teknis-teknis dan masalah birokrasi lainnya. Akan tetapi, banyak sekali pihak-pihak yang mendukung serta membantu dalam pementasan tersebut. Karena Teater Hampa Indonesia adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di Universitas Negeri Malang, maka teman-teman dari UKM lah yang aktif membantu dalam pementasan tersebut, SAMIN, HIMAFO, UKMP dan juga teman-teman dari unit kegitan lainnya.

Penggarapan pementasan ini terdiri dari 5 aktor, 3 dari anggota Teater Hampa Indonesia dan yang lainnya dari Unit kegiatan lain.

Malang, 5 September 2008

Hampa

•Agustus 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hampa

Oleh: Rijal Kalong

untuk: Teater Hampa Indonesia

Hampa adalah hampa
Hampa bukanlah kekosongan
Bukan pula ketidakadaan

Hampa itu berisi
Satu jiwa dalam satu sisi
Dan tetap hidup dalam nurani

Hampa bukan apa
Karna hampa tak bernyawa
Hampa adalah jiwa
Jiwa yang terbakar dalam sebuah perjalanan

Hampa adalah kau
Yang hidup dalam arti sejati
Yang berjalan dalam menitik arti

30 Juli 2008

Sajak pada Sepi

•Agustus 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sajak pada Sepi

Oleh: Rijal Kalong

Sepi tak akan bisa mengurungku
Sepi tak dapat memurungkanku

Sendiri tak dapat mematahkanku
Sendiri tak dapat mematikanku

Sekejam apapun kau datang menghampiri
Kan ku sambut kau dengan senyum ceria
Yang dengannya kau pasti akan sirna

Jiwaku adalah ceria
Meski ragaku bukan apa-apa

Jiwaku adalah semangat
Meski ragaku akan sekarat

29 Juli 2008

Buku Tamu

•Juli 8, 2008 • 13 Komentar

Bagi pengunjung yang ingin meninggalkan komen-komen buat teater hampa atau sekedar kasih salam atau mampir-mampir minum kopi…..silahkan menulisnya disini…..

“katanya”

•Juli 8, 2008 • 4 Komentar

“katanya”

(untuk semua keluarga besar INDONESIA)

 karya: Bagus Adi Permana

 

Tetesan demi tetesan dari keran air yang mampet di kamar mandi

tak hentinya mengusik ketenangan yang baru saja kurasakan

Dasar sial memang..

sudah berhari-hari tak berhenti juga..

aku memang jarang memperhatikan itu

karena hari-hariku telah disibukkan oleh pemikiran tentang suatu tempat

tempat yang katanya penuh suka..

suka yang ada surganya…

itu ternyata hanya “katanya”…

Bodoh benar aku..

yang telah berkali-kali tertipu oleh “katanya”.

Katanya ada sebuah surga

surga tempat Zamrud Khatulistiwa

Zamrud Khatulistiwa….

lagi-lagi hanya “katanya”

memang aku ini buta sejarah.

tapi aku sempat percaya pada “katanya”

karena pernah kutemui puing-puing dari “katanya”

meskipun tak semua orang punya

yaitu puing-puing kejujuran.

 

                                                                        malang, 05 Juni 2008

Sejenak Malam Berlalu Tanpa Kejora

•Juli 8, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sejenak Malam Berlalu Tanpa Kejora

 karya: Bagus Adi Permana

 

Malam ini bulan tak tampak..

di langit juga hanya ada sebuah kejora

yang sinarnya tak mampu menembus pori-pori kulit

dan sedikit pucat ia tampaknya..

seperti ada kesedihan yang memburamkan wajahnya…..

Aku jadi ikut sedih melihatnya

tapi ada sedikit senyum dihatiku

karena seolah bintang itu mengerti akan sedihku pula

maka aku menganggap bintang itulah temanku

sebab ia sedih dikala aku sedih….

sungguh ia sangat setia….

 

Malam esoknya aku berlari ke teras rumah

kucari bintang yang telah menjadi teman hatiku

sejak Maghrib aku di sana

hingga suara jangkerik bersahutan

sebagai tanda malam telah sepi..

namun tak kutemukan bintang itu

padahal sedih yang kemarin belum sepenuhnya sembuh..

Hampir saja air mata menetes…

tapi aku tahan

dan terus kuperas otakku tentang absennya kejora malam ini..

hingga kudapatkan jawab entah darimana asalnya..

yang tiba-tiba menyadarkanku..

“keabadian adalah kasih ILLAHI, bukan kejora yang hanya terkadang indah”

 

                                                                                    malang,05 Juni 2008