Pesta Karya bersama dalam acara Dies Natalis Teater Hampa indonesia ke-22


“Pesta Karya Bersama” merupakan tema yang sedang diusung oleh UKM Teater Hampa yang sedang merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-22. Suatu event yang baru yang di gelar di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang dengan tujuan menyambung tali silaturrahmi antar komunitas teater yang ada di Universitas Negeri Malang. Acara ini berlangsung selama enam hari dimulai dari acara Silaturrahmi Alumni dengan para anggota baru Teater Hampa Indonesia pada tanggal 24 April 2011, dengan pengisi acara dari Komunitas Teater 24 Kediri sampai pada tanggal 29 April 2011 yang diagendakan ada beberapa pementasan dari UKM seni yang ada di Universitas Negeri Malang.

Ada sekitar tujuh peserta pementasan, yang setiap malamnya ada dua pementasan dari komunitas-komunitas teater yang sudah disepakati jadwalnya. Di mana pada hari pertama pementasan diisi oleh Teater Uber dari jurusan Bahasa Jerman dengan judul “Guten Morgan”, kemudian pementasan kedua dari Teater Nafas dari Fakultas tehnik dengan judul pementasan “Ngok”. Untuk hari kedua diisi oleh Teater Maestro dari jurusan Sastra Inggris dengan judul pementasan “Fall In Love With Madona” dan diikuti di pementasan selanjutnya dari Teater Pelangi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dengan judul pementasan “Gara-Gara Jeng Menul”.

Antusias masyarakat Malang . Banyaknya penonton dalam acara ini menjadikan bukti bahwa lambat laut pertunjukan teater sudah semakin bisa dinikmati semua kalangan. Dengan berbagai model pertunjukan yang disajikan oleh beberapa komunitas yang mengisi acara parade teater se- UM ini dapat menarik dan meraup penonton yang setiap harinya memenuhi gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang.

Semarak dan kemeriahan ini juga tidak berahir begitu saja. Acara ini semakin manggaet penonton yang berduyun-duyun datang ke gedung Sasana Budaya dengan menampilkan bintang tamu yang sangat diminati dan membuat penasaran. Yaitu, pementasan dari Teater Amole yang jauh-jauh datang dari Indonesia Timur tepatnya dari Papua. Sebuah moment yang sangat disayangkan apabila penonton melewatkannya begitu saja.

27 April 2011 pukul 19.30 dengan cepat Gedung Sasana Budaya dipenuhi dangan penonton yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan sebuah pementasan yang berbeda, yang selama ini belum pernah dipentaskan di  Malang maupun di daerah lain. Siswa-siswi SMP YPJ (Yayasan Jaya Wijaya Papua) didikan dari Bapak Mohammad Arif ini mementaskan sebuah drama yang berjudul “Manei”. Di sini diceritakan tentang sebuah adat istiadat yang masih berlaku di Papua, yaitu sebuah kekuasaan yang mutlak di pegang oleh kepala suku. Sebuah cerita yang penuh dengan dedikasi tinggi.

Persembahan dari Teater Amole ini mengandung pesan yang universal. Seorang pemimpin harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Entah itu kepada masyarakat yang dipimpinnya atau kepada anggota keluarganya sendiri.

Keterbatasan akses informasi adalah salah satu faktor yang menghambat teater-teater di Papua berkembang. Awalnya, teater belum mendapatkan perhatian . Papua lebih condong pada nyanyian dan tarian adat. Tetapi, dengan adanya teater Amole yang berhasil mempersembahkan sebuah karya dan dipentaskan di luar tanah leluhurnya dan karya itu sangat diterima,diharapkan perkembangan teater di Papua akan lebih baik.

Sebuah pementasan yang tidak mengecewakan bagi ratusan penonton yang telah mngantri dan menunggu lama. Pementasan ini membuka tabir baru dan memberikan animo yang positif bagi penonton khususnya dapat memberikan pengajaran kepada baik guru maupun siswa-siswi untuk terus berkarya dan mempelajari sebuah pementasan. Dengan tema yang sederhana apabila pengemasannya menarik maka akan diperoleh hasil yang menarik pula.

Acara Dies Natalis Teater Hampa ini akhirnya ditutup dengan pementasan dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni yang ada di Universitas Negeri Malang yang di antaranya adalah persemban dari UKM Sanggar Minat, Blero, Opus, dan tarian payung dari STK AK. Namun, sehari sebelumnya, tepat pada tanggal 28 April 2011 ada pementasan dari Teater Hitam-Putih dari Fakultas Ekonomi dengan mengangkat judul “Demit” dan dilanjutkan dengan pementasan yang berjudul “Badai Sepanjang Malam” yang dipentaskan oleh Teater Al-Karomi dari Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra.

Kegiatan ini diagendakan menjadi kegiatan rutin dua tahunan. Untuk menyambung tali silaturrahmi dan sebagai wadah kreatifitas mahasiswa untuk mengeksplor diri. Semoga pada kegiatan berikutnya bisa menjadi sebuah kegiatan yang dinantikan oleh semua fihak, khususnya para pelajar, mahasiswa, serta guru-guru yang ada di  Malang.

Posted on 2011/06/05, in Info. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. sangar iki rek….
    pasti teater hampa iki teater mbois yo :D

  2. Sip, siip.. :) . Kembangkan terus semangat berkarya

  3. sip keren TEATER HAMPA INDONESIA ….. good luck dan semangat berkarya yach Kami tubggu karya- karya anda

  4. Mari kita berkarya bersama-sama untuk bangsa…..:-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.